My Life My Beat

November 16, 2007

Beres juga Akhirnya

Filed under: Reality

Alhamdulilah akhirnya cd company profile dan webnya untuk STIKOM Wangsaja Jaya Banten Serang, tinggal selangkah lagi beres. Tinggal “mempermanis” dikit2.
Nuhun pisan nya Kang Acuy, kang abdul sama kang Sayuti crew atas support dan kerja kerasnya.Pak Nas, Pak Aji atas kesabarannya.. dan Thanks juga buat Aning cs yang udah mau jadi sukarelawan dalam pembuatan filmnya…Mudah-mudahan semangatnya masih tetep besar buat ngerjain proyek selanjutnya..

“Penghuni Baru”

Filed under: Uncategorized, Reality

Di rumah lebih meriah euy…dengan kehadiran dua penghuni baru. Sepasang kucing persia. Yang jantan kita namai Limousine..Limo we call him.. Yang betina dinamain Mercy..Panggilannya Cici..
Lucu2 banget…Umurnya baru 6 bulanan. Tapi badannya subur banget. Kucing kampung dewasa aja kalah gede. Tapi ya itu. cuman gede badannya doang. mereka karena masih bayi. ya imut2,,ngegemesin.
Kedua kucing itu hadiah dari seorang sahabat untuk si sulung Kiki yang berulang tahun. Dia gak mau apa2.Maunya kucing. Alhamdulilah ada yang bener2 mau ngasih,,,
Finally yang kesenengan bukan cuman Kiki dan si Ali. Aku yang tadinya”alergi: sama binatang yang namanya kucing, mulai jatuh cinta sama mereka…
Pokoknya rumah jadi bener-bener meriah…..

October 18, 2007

WHY???

Filed under: Reality

Karena ketidakprofesionalan seseorang, aku kena musibah. Kehilangan sebuah pekerjaan dan kesempatan besar…Kecewa, sedih, malu hati sama yang ngasih kepercaan..Tapi mau gimana lagi???
Lagi-lagi harus mengurut dada karena ulah orang lain…Next time, mudah-mudahan dapat gantinya yang lebih baik. Amieen…

October 7, 2007

Badai Telah Berlalu

Filed under: Reality

Apa yang tidak baik menurut manusia, belum tentu tidak baik di mata Allah swt…
Benar loh… Sebulan terakhir, nyaris dibuat mati berdiri oleh sejumlah masalah yang datang bertubi-tubi. Sempat ada perasaan suudzon,,, kenapa Allah gak adil. Kenapa aku harus rela menjalani “hukuman” atas perbuatan yang justru pelakunya orang lain…
Beruntung, masih ada bapaknya anak-anak dan sahabatku mr salim yang senantiasa mensupport..
Hikmahnya? meski sempet nyaris dirawat karena sakit akibat stres berat, aku bisa lalui semuanya dengan baik.
The most important, mata hatiku lebih terbuka melihat seperti apa orang-orang yang selama ini ada di sekitarku ,pernikahan kami jadi semakin kokoh karena kita makin menyadari betapa pentingnya saling mendukung itu, mentalku jauh semakin kuat…Alhamdulillah

Thank’s for everything A….

September 12, 2007

Hati-Hati Dengan Rasa Permusuhan

Filed under: Reality

Ini pernah aku postingin di sini. Sengaja aku post ulang, untuk seorang sahabat yang lagi dalam taraf “perenungan”. Mudah2an cepet selesai masalahnya

Di usianya yang masih di bawah 40 tahun, Andi seorang yang cukup sukses. Punya banyak pengalaman dan penghasilan tinggi. Tapi ada satu hal yang sering membuat lingkunganya mengernyitkan alis. Andi kerap kehilangan pekerjaan. Ia hanya bisa bertahan di sebuah perusahaan dalam kurun waktu yang relatif singkat. Walaupun dia akan cepat mendapatkan ganti pekerjaan, tetapi sekali lagi, ia akan kehilangan pekerjaan itu. Kalau tidak mengundurkan diri,, ya dipecat. Begitu seterusnya….
Sampai pada suatu ketika, sebelum memecatnya, perusahaan tempat Andi bekerja mengirimnya ke seorang psikolog untuk mengetahui ada apa dibalik sikap Andi yang kerap menyebalkan itu, sehingga sering mendorong pimpinan perusahaan untuk memecatnya. Dalam percakapan selama beberapa jam dengan psikolog, mencuatlah perasaan permusuhan yang amat sangat dari dalam diri Andi,., dan ini bisa terlihat dari kalimat-kalimat yang dilontarkannya…
Ketika ditanya mengapa ia sering meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja, Andi dengan cuek menjawab, “semua pimpinannya menyebalkan. Dan saya yakin Anda juga akan membencinya”…
Saat sang psikolog menanyakan komentar tentang pimpinan yang baru, Andi menjawab lantang,” manager saya tidak cukup punya kemampuan”..
Dan jawaban negatif bernada permusuhan itu terus keluar dari mulut Andi sepanjang percakapan berjam-jam dengan psikolognya.
Beberapa penelitian menunjukkan, rasa permusuhan dan marah yang tidak terkendali seperti yang terjadi pada Andi bukan tanpa sebab. Dan penyebab yang paling dirasa significan, adalah hal atau kejadian menyakitkan yang pernah dialaminya. Apapun itu. Seperti yang dituangkan dalam buku It’s Me, A Guide to Better Understanding Yourself, Michael J Gelb mengatakan, keadaan atau peristiwa menyakitkan adalah penyebab kemarahan dan permusuhan.
Keadaan menyakitkan ini bisa berupa pengalaman “diasingkan” lingkungan dan keluarga, kecemburuan terhadap kesuksesan saudara atau rekan, tekanan tinggi saat masa kanak-kanak dan remaja oleh orang tua. Yang jelas, peristiwa masa lalu yang membuatnya merasa tersiksa dan sakit hati.

Rasa sakit ini terus mengendap dalam diri mereka. Dan jika tidak bisa terlupakan atau tersalurkan secara positif, malah akan meledak sewaktu-waktu dalam bentuk kemarahan dan permusuhan terhadap orang-orang di sekitarnya. Baik lingkungan keluarga, pertemanan atau pekerjaan seperti yang dialami Andi.
Lantas apa yang harus dilakukan jika kita memiliki masalah psikologis seperti itu? Jawabannya sederhana. Belajar kendalikan emosi dan kemarahan, selain belajar menerima kenyataan pahit kita di masa lalu sebagai bagian dari perjalanan hidup kita, dan bukan sebagai sesuatu yang senantiasa akan membebani hidup jiwa kita. Bukan hal yang mudah memang, tapi memulainya semenjak dini akan menjadi penyelamat bagi ketengan jiwa kita di masa kini dan akan datang

Menanti Sang Bos

Filed under: Reality

Rencana kedatangan “bos besar” (maksudnya bapaknya anak2) dalam waktu dekat, meniupkan atsmosfer baru di rumah. Anak2 semangat banget nunggu moment penting itu. Si sulung Kiki rajin amat beres2 kamar (biar dapet image bagus dari bapaknya kaliii.. ) Si bontot ALI lain lagi…dia sibuk ngelarang temen2 nya metikin jambu dan mangga di halaman depan. Alasannya? buat bapak. Padahal hapal wajah bapaknya aja belum tentu ( maklum bapaknya pergi pas dia baru belajar jalan..)
Perasaan aku sendiri? gak bisa dijelasin dengan kata2… Seneng jelaslah. Tapi honestly.. ada kekhwatiran bakal susah adaptasi lagi. nich
Sekian tahun udah biasa sendiri. Biasa bebas dalam artian tanpa ada kewajiban ini itu…(maksudnya yang berkaitan dengan kewajiban istri ke suami). Hope everything will be ok lah…

September 1, 2007

Thanks say….

Filed under: Reality

Si kecil ALI sering sekali ngasih kejutan.
Minggu kemarin sepulang maen, dia bilang, “Mah aku punya temen baru. Aku besok mau diajak naek kerbau loh mah.’’ . Sontak naluri keibuanku lansung bereaksi. Apa2 an nih anak, temenan kok sama pengembala kerbau. Gimana kalau gini..gimana kalau gitu.. Ihh kayak gak ada temen lain lagi. Tapi kegusaranku gak aku ekspresikan di depannya. Aku cuman bilang, gak usah ikut naek kerbau. Kerbau maenannya lumpur, ntar gatel2. Ade kan paling gak kuat kalau gatal ( Kebetulan nih, si bontot kulitnya peka banget, gak bisa kotor dikit atau digigit serangga dikit, pasti langsung gatel2).
Ali akhirnya ngikutin laranganku. Dia gak ikut naek kerbau sama temen-temennya…Well aku tenang.
Tapi selang beberapa kemudian, aku dibikin was-was lagi. Sampai menjelang Ashar, sehabis sekolah dia maen gak pulang-pulang. Karena khawatir aku nyari dia kemana-mana, termasuk ke kawasan persawahan yang letaknya belakang komplek perumahan. Di sana ada Seorang petani, yang lagi garap sawah. AKu lantas nanya kira-kira si bapak lihat anaku gak. Bapak ini ( aduhh namanya lupa gak aku Tanya) bilang, oh kalau anak itu lagi main di rumah saya bu, sama anak saya, katanya sembari menunjuk sebuah rumah sangat-sangat sederhana tak jauh dari pesawahan.
Sampe di rumah bapak ini, aku lihat anaku lagi asik maen ulartangga barengan beberapa temennya, termasuk “ si anak yang aku bilang pengembala kerbau tadi”. Mereka lagi duduk di lantai semen, di sebuah ruangan yang gak jelas apa itu kamar tamu, ruang tidur atau dapur???
Belum sempet ngomel, si Ali ngomong gini nih, “mah enak loh, biar gak ada ac, rumahnya adem’. Nah loh….Speechles, gak tahu mau ngomong apa..
Omongan anaku itu nyatanya nyadarin aku banyak hal. Para orang dewasa, sering banget mendeskreditkan seseorang dari “kelayakan materi’, dalam sosialisai juga gitu, pilah pilih karena dasar materi…anaku bisa buktiin bahwa berteman bisa dengan saiapa aja termasuk yang katanya “tidak layak’ secara materi..ketenangan dalam rumah gan juga gak jaminan 100%karna materi yahhh….
Malu banget,,,disentil sama anak kecil. Tapi di luar itu, harusnya say thank you sama si bontot..makasih ya de….
Ali

August 26, 2007

Still Busy

Filed under: Reality

Kembali ke rutinitas kerjaan yang numpuk gak selamanya bikin cape yah…
Udah ampir sebulan, meski jadwal ngajar belum ada, tetep sibuk nih ngerjain beberapa proyek. Nyita banyak waktu emang,,Tapi really I enjoy it…Ada keasyikan sendiri..Anak2 juga kayaknya maklum lihat emaknya wara wiri melulu…Mereka tahu I do that for them…
Ada yang lebih menarik dari kesibukanku kali ini. Karena aku “dikasih tanggung jawab” lebih, mau gak mau harus “belajar hal-hal baru” yang emang jadi bagian tanggung jawabku itu. Pertama ampir nyerah.Tapi masa iyah aku ngecewain orang2 tercinta yang selalu ngasih support..Finally aku bisa lewati semuanya dengan baik..Alhamdulillah…
Udah dulu ah..back to project

August 12, 2007

Listen!!!!

Filed under: Reality

Mengapa orang banyak yang enggan jadi pendengar yang baik yah….
Lebih senang bicara dan ogah mendengarkan…
Padahal apa susahnya ngedengerin orang ngomong…Buat apa Allah ngasih kita dua telinga kiri kanan kalau cumin jadi asesoris ?,,,mubazir banget…

August 10, 2007

Tired Waiting

Filed under: Reality

Jangan habiskan seumur hidupmu untuk menanti pekerjaan yang kamu sukai - Mario Teguh, Motivator

Mencari pekerjaan yang bener-bener klop dengan yang dipengenin tuh gampang-gampang susah yah,..
So..daripada nunggu kelamaan..mending kita kerjain apa yang ada di depan mata kita,….






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham