Sebutlah Rita, seorang ibu rumah tangga dengan dua anak laki-laki yang masih kecil. Belakangan dia merasa berada pada titik puncak kejenuhan dalam keluarga. Masalah yang datang silih berganti tiada hentinya membuat Rita kian sering mempertanyakan makna dan di mana kebahagian keluarga yang seharusnya dia dapatkan.
Rutinitas merawat kedua putera kesayangannya, mempertahankan “komunikasi” dengan suami yang tidak seatap dengannya, dan bekerja paruh waktu di sela-sela waktu senggangnya, tak cukup kuat menahan kegamangan dan kejenuhan yang menyerang dirinya.
Ada keinginan untuk berontak, atau cari pelampiasan. Tapi nurani Rita juga bergejolak menentangnya. Karena disisi lain, dia juga menyadari, keluarga adalah yang utama buat hidupnya. Dilematis sekali. Hidup Rita benar-benar tersiksa. Dan dia harus melalui semua “ketersiksaan” itu berhari-berhari,,berminggu-minggu,, bahkan sampai tahunan.
Rita benar-benar terpuruk. Feel Lonel. Really desperate.. Yang bisa dia lakukan hanya menangis.. berdoa….menangis…..berdoa…begitu seterusnya.. Sampai suatu hari seorang teman “memaksanya” untuk refreshing beberapa hari menginap di suatu tempat peristirahatan, sendiri tentunya.Tanpa harus berkomunikasi dengan suami,, rekan-rekan kerja atau terlibat kerepotan mengurus kedua buah hatinya…
Hari pertama dilalui biasa saja…Hari kedua Rita mulai menikmati “ketenangan” tanpa harus direcoki urusan anak-anak..dan mendengar omelan suami yang memang senantiasa menyalahkannya…
Hari Ketiga..Keempat..Rita serasa di surga..bebas..merdeka…
Hari Ke lima…ada perasaan aneh..dia merasa lagi kesepian…
Hari Ke enam..Rita merasa kesepiannya semakin memuncak…
Hari Ke tujuh,,,Rita kembali menangis..dan berdoa…menangis dan berdoa…
Besoknya…Rita memutuskan untuk kembali ke rumah.
Dia baru menyadari keluarga dengan segala permasalahan dan tektek bengeknya adalah hal yang paling berarti buatnya. Dia kangen suara teriakan anak-anak yang rame bertengkar.. Rindu omelan suaminya..Ingin cepat-cepat bisa kembali memasakan makanan kesukaan sang buah hati, walau itu dilakukan sambil repot mengerjakan tugas rumah lainnya.
Rita menyadari, semua kejenuhan tidak ada lagi artinya di banding kebahagian hati yang diperoleh ketika bersama-sama orang yang dicintainya. Rita mengerti, hidup tidak selamanya mulus dan mudah. Tidak selamanya kita bisa mendapatkan yang diinginkan. Memiliki orang yang dicintai dan mencintai, itu yang terpenting.
Yang perlu dilakukan olehnya adalah memperbaiki kekurangan dan senantiasa mensyukuri segalanya….