My Life My Beat

February 4, 2007

We are not Superman

Filed under: Reality
Menjadi yang terbaik, mengejar ambisi dan selalu berusaha “perfect” tidaklah salah. Sah-sah saja dilakukan oleh siapapun. Bahkan dalam banyak kasus, untuk mencapai sukses dan mengatasai persaingan, sangatlah disarankan.
 
Akan menjadi masalah, manakala semua itu dilakukan tanpa melihat dan memahami konstalasi kepribadian lewat kaca psikologis. Sehingga kita bisa melakukan apa yang kita mau relevan dengan kemampuan yang kita miliki. Dan jelas kita akan terbiasa untuk tidak berharap banyak terhadap diri kita.
 
Seorang perfectionis, berambisi selangit, selalu menekankan pada sesuatu yang terbaik dan menjadikan sesuatu yang dilakukan senantiasa harus super unggul. Bahayanya, jika tidak terkendali dengan baik, dia akan selalu khawatir, was-was tentang apa-apa yang dilakukannya. Kesalahan sekecil apapun seolah menjadi bencana besar buatnya. Dan akan bertambah parah saat ia gagal melakukan sesuatu yang sebelumnya diyakini bisa ia lakukan dengan baik. Tidak sedikit kaum perfectionis, setelah gagal malah menjadi orang dengan self confidence rendah. Malah berabe kan..!!! Jadi berhentilah bersikap seolah kita manusia super. Kita bukan superman atau superwoman. Melakukan kesalahan wajar…
 
Gagal… Tidak menjadi nomor satu dan diunggulkan juga..,,, ya biasa sajalah… Sekali lagi, tidak ada satu manusia pun yang sempurna. Sepanjang kita sudah berusaha maksimal, tidak ada salahnya sekali-kali kita tidak mendapatkan apa yang diinginkan…





















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham