GENETIKA PENENTU PERSONALITY
Hendra dan Hendri sepasang kembar identik yang terpisahkan sejak orang tua mereka cerai 26 tahun lalu. Hendra tinggal bersama keluarga ayahnya di Surabaya sementara Hendri sang adik kembar menetap bersama ibunya di Bogor.
Selama 26 tahun usia mereka, Hendra dan Hendri sama sekali tidak pernah melakukan komunikasi bahkan dalam bentuk surat sekalipun. Sampai suatu saat, mereka “dipertemukan dalam sebuah acara reuni besar keluarga mereka”. Dan surprise, beliebe it or not… meski belum pernah kontak sekalipun, sepasang kembar identik itu memiliki banyak kesamaan karakter personality.
Hendra dan Hendri sama-sama penggemar musik jazz contemporary, senang mengancingkan kemeja mereka sampai ke batas leher, memiliki pacar dengan tipe yang nyaris sama, suka dengan masakan padang, sampai memiliki koleksi buku sejenis.
Kasus Hendra dan Hendri tadi, menurut kalangan ahli, bukan sesuatu yang luar biasa meski bagi kalangan awam jelas bakal mengundang keheranan luar biasa. Dalam bukunya Organizational Behaviour, Stephen P. Robbins mengatakan, paling tidak, periset telah melakukan penelitian terhadap 100 pasang kembar identik yang terpisahkan sejak lahir dan dibesarkan secara terpisah.
Masih dalam bukunya, Stephen P. Robbins menyebutkan contoh kasus lain yang memperlihatkan keajaiban luar biasa. Ada sepasang kembar yang terpisah selama 39 tahun dan dibesarkan dalam jarak 45 mil. Mereka ternyata mengendari mobil dengan model dan warna sama, memiliki anjing dengan nama yang sama, dan secara teratur senang berlibur ke sebuah pantai yang sama.
Menurut periset, ini jelas menunjukkan adanya andil factor genetic dalam pembentukan karakter atau ciri personality seseorang walaupun sifat dan kadarnya satu sama lain tidak sama.
Lanjut Stephen P. Robbins, personality seseorang ditentukan tiga factor yakni genetika, lingkungan dan situasi kondisi. Khusus mengenai andil genetika dalam pembentukan karakter dan cirri personality ditemukan bahwa genetika menghasilkan kira-kira 50% dari perbedaan personality dan lebih dari 30% variasi dalam minat terhadap kedudukan dan waktu luang, seperti yang terjadi dalam dua kasus tadi.



