My Life My Beat

November 16, 2007

“Penghuni Baru”

Filed under: Uncategorized, Reality

Di rumah lebih meriah euy…dengan kehadiran dua penghuni baru. Sepasang kucing persia. Yang jantan kita namai Limousine..Limo we call him.. Yang betina dinamain Mercy..Panggilannya Cici..
Lucu2 banget…Umurnya baru 6 bulanan. Tapi badannya subur banget. Kucing kampung dewasa aja kalah gede. Tapi ya itu. cuman gede badannya doang. mereka karena masih bayi. ya imut2,,ngegemesin.
Kedua kucing itu hadiah dari seorang sahabat untuk si sulung Kiki yang berulang tahun. Dia gak mau apa2.Maunya kucing. Alhamdulilah ada yang bener2 mau ngasih,,,
Finally yang kesenengan bukan cuman Kiki dan si Ali. Aku yang tadinya”alergi: sama binatang yang namanya kucing, mulai jatuh cinta sama mereka…
Pokoknya rumah jadi bener-bener meriah…..

May 3, 2007

Cinta..Mencintai.. dan Dicintai…

Filed under: Opinion, Reality

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)

Dan mengutip sebuah tulisan di sini dikatakan
Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya.

April 25, 2007

LOVE

Filed under: Uncategorized

By Nat King/Natalie Cole 

 

L is for the way you look at  me
O is for the only one I see
V is very very extraordinary
E is even more than anyone the you adore

Get love is soft that I can give to you
Love  is more than just game for two
Two in love that make it take my heart
But please don’t break it
Love is make for me and you

April 14, 2007

Berserah PadaNYA

Filed under: Opinion

Sedikit terhibur meresapi “Takdir” nya Opick….

    Dilempar gelombang
    Dihempaskan angin
    Terkisah kubersedih..kubahagia
    Di indah dunia yang berakhir sunyi
    Langkah kaki di dalam rencananya…
    Semua berjalan dalam kehendakNYA
    Nafas hidup cinta dan segalanya

    Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya Rabbi
    Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya Rabbi

    Bila mungkin ada luka ….coba tersenyumlah
    Bila mungkin tawa ….coba bersabarlah
    Karena air mata tak abadi akan hilang dan berganti
    Bila mungkin hidup hampa dirasa…mungkinkah hati merindukan Dia
    Karena hanya denganNya hati tenang damai jiwa dan raga

 

 

 

March 31, 2007

FOUR BROTERS by The Manhattan Transfer

Filed under: Uncategorized

Take a seat and cool it ‘cause unless you overrule it
We are ready to show you some blowin’
A rompin’ and a stompin’ is a lot of fun
Four brothers who are blowin’ our horns

So settle down an’ listen ‘cause you don’t know what you’re missin’
And we’re ready to give you a showin’
A movin’ it ‘n groovin’ it has just begun
Four brothers who are blowin’ our horns

We got a little message that you’re gonna enjoy
Ain’t no sense in dodgin’ the facts
So settle in your easy chair an’ if you ever had a care - forget it,
It’s time to relax

We might as well admit it, we’re the best that ever did it
But in case you ain’t too sure a knowin’
We’re gonna let you listen to us one by one
Four brothers who are blowin’ our horns…

March 30, 2007

Control Your Stress Before Stress Control You

Filed under: Opinion, Reality

The stress responses starts in the part of your brain which operate your primitive nervous system. It sets off a cascade of energy resource activating functions all aimed at maximizing your ability to fight or flee. - Rob Kall,M.Ed & Rhonda Greenberg, Phd.-

 

Apapun bentuk dan penyebabnya, stress bukan hal sepele yang bisa dibiarkan begitu saja. Kenyataan memperlihatkan, stress yang dibiarkan menggelembung tanpa ditangani dini nyatanya akan mampu mengobrak abrik kehidupan keseharian penderitanya, bahkan mungkin menyuramkan atau mengakhiri masa depannya. Hasil riset menunjukkan, stress tidak hanya menimbulkan dampak psikis tapi juga pisik. Artinya ke ke depannnya…saat stress, yang  sakit bukan hanya jiwanya, tapi juga raganya…

Menurut para periset,  manakala seseorang dilanda stress, kebutuhan tubuh akan vitamin C meningkat tajam. Kita tahu, vitamin c, adalah salah satu unsure yang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

 

Jadi, bila penderita stress dalam waktu bersamaan tidak mampu menutup kebutuhan asupan vitamin c nya yang makin tinggi, sudah bisa dipastikan kekebalan tubuhnya menurun drastis, hingga rentan terhadap ragam penyakit.

 

 

Stress juga diyakini akan merangsang dihasilkannya hormone adrenalin secara berlebihan dan menyebabkan jantung berdebar cepat. Produksi hormone adrenalin ini akan membutuhkan gizi seperti vitamin B, zinc,  kalium dan kalsium. Artinya, zat-zat gizi dalam tubuh akan terus terkuras untuk memproduksi adrenalin..

Lantas bagaimana cara mengontrol sress agar tidak berkepanjangan?

Menurut periset, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan atau bahkan menghilangkan stress, di antanya :

  1. Be your self. Selalu menjadi diri sendiri, Mensyukuri kelebihan sebagai suatu asset, dan kekurangan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik.
  2. Tidur cukup. Kurang tidur  bisa mengurangi kemampuan pengendalian diri.
  3. Make good relations. Dengan siapa aja. Terutama orang-orang terdekat kita, seperti pasangan hidup dan keluarga.
  4. Think realistic. Berpikir dan bertindak masuk akal.
  5. Don’t judge your self. Tidak perlu terus menyalahkan diri sendiri
  6. Tuntaskan masalah yang ada. Jangan pernah menyimpan masalah dan mengalihkan ke masalah lain.
  7. Sport
  8. Relaksasi dan rekreasi
  9. Jika perlu, minta bantuan penasihat khusus (concellor)

March 17, 2007

It’s Me

Filed under: Uncategorized


Aku mungkin bukan segelas air dingin yang menyejukkan…

Bukan pula segelas anggur yang bisa menghangatkan…

Kenyataannya..aku juga bukan Siti Khadijah yang arif bijaksana…

Bukan pula Siti Aisyah dengan pribadi mempesona…

Aku..hanyalah pribadi biasa…..bahkan  buatmu aku sarat cela

Namun..dengan sisa asa yang ada….

kan terus ku coba menjadi apa yang kau minta..

Hingga kau inginkan aku tiada….

March 5, 2007

Melepaskan Atau Mempertahankan

Filed under: Opinion, Reality

Mengarungi samudra pernikahan itu ibarat menaiki kereta api eksekutif.  Kalau duduk enjoy  di kursi yang telah disediakan, memanfaatkan fasilitas yang ada dengan benar dan tepat, iklas  “menikmati” goncangan kereta  dan gangguan lain yang mungkin muncul , semua  akan terasa nyaman sampai tujuan. Jika tidak,  bukan tidak mungkin kita akan memutuskan turun dan ganti kereta yang baru.

 

Sebutlah  Indra seorang suami dan bapak muda dengan dua putera yang masih sangat belia. Dalam sebuah percakapan dengan istrinya, Indra  mengeluarkan  pernyataan sekaligus permintaan, ia ingin sekali menikah lagi. Entah sadar atau tidak seberapa besar dampak psikologis pernyataan tersebut terhadap Tina sang istri, pernyataan itu nyatanya kembali  dilontarkan Indra dalam beberapa kesempatan berikutnya.

Tadinya Tina berpikir pernyataan suaminya itu tak lebih iseng belaka. Tapi dengan seringnya Indra melontarkan “kalimat” itu, ditambah kurang “cerahnya” atmosfer pernikahan mereka, Tina menganggap semua itu serius.  Jutaan pertanyaan bergejolak dalam benaknya. Apa benar? Kenapa? Apakah kekuranganku sudah sampai pada taraf tak termaafkan hingga suami harus menambah atau mencari istri pengganti?  Apa aku sudah gagal sebagai istri dan ibu buat anak2nya? Apakah semua ini bentuk hukuman Indra atas “mendungnya” pernikahan kami? Apakah aku harus mengizinkan? Relakah aku? Siapkah aku?

Detik demi detik…semua pertanyaan “tak mengerti” itu menghantui Tina. Di satu sisi, ada keinginan dalam diri Tina untuk mencari tahu semua yang menyebabkan kegalauan hatinya. Tapi di sisi lain, Tina sudah apriori dengan jawaban memilukan. Pernikahannya di ambang kehancuran, suaminya jenuh, butuh pengganti, dan dia harus iklas siap melepaskan suami tercintanya…

Kasus yang dialami Tina..hanya sebagian kecil dari jutaan kasus sejenis yang mengekspresikan betapa sering tidak berdayanya seorang istri saat “dipaksa” atau “diminta” mengizinkan suaminya menikah lagi dengan wanita lain. Entah karena betapa besar  cintanya pada sang suami, ketergantungan amat sangat  (terutama finansial), atau  karena harga diri yang terkoyak. Saat itu terjadi, yang dirasakan istri adalah gagalnya dia menjadi istri yang diinginkan suami, jatuhnya kepercayaan diri, perang batin harus mempertahankan atau melepaskan, terpuruk dalam keputusasaan , atau terkadang akhirnya kehilangan kendali diri, mengumbar emosi.

Intropeksi, jelas perlu dilakukan,. Tapi terus menyalahkan diri sendiri, bukanlah tindakan bijak. Meski bukan sesuatu yang mudah dilakukan, berbicara berdua, tanpa orang ketiga atau keempat, tanpa mengedepankan ego dan emosi personal., adalah jalan terbaik. Kalangan concellor pernikahan mengatakan, memikirkan kembali tujuan pernikahan, mencari akar permasalahan, dan mengedapankan kepentingan anak-anak dalam making decision , adalah langkah pertama yang harus diambil manakala pasangan suami istri dilanda masalah serupa ini. 

Kenyataannya memang tidak mudah melakukan semua itu. Perasaan tersakiti dan terabaikan pada sang istri, dan ego tinggi tak mau disalahkan di pihak suami, malah sering mendominasi pembicaraan. Hingga akhirnya bukan solusi yang terealisasi, perang emosi malah  terjadi.

Jadi ingat ungkapan seorang teman terhadap makna perjalanan  pernikahan. Mengarungi samudra pernikahan itu ibarat menaiki kereta api eksekutif. Jadi, kalau dijalani dengan benar, duduk di kursi yang telah disediakan, memanfaatkan fasilitas yang ada dengan benar dan tepat, perjalanan itu akan terasa nyaman sampai tujuan. Tetapi jika kita hanya duduk berdempetan di atas gerbong kereta, tidak berusaha “menyamankan diri”, tidak berkomunikasi baik dengan sesama penumpang lain, jelas perjalanan kereta api dengan kereta api mahal itu pun akan terasa “menyesakkan”. Syukur-syukur bisa selamat sampai tujuan. Bukan tidak mungkin  kita  malah jatuh dari gerbong atau memutuskan  turun dan ganti kereta api lain.

Intinya, semua bentuk pernikahan milik siapapun tak akan lepas dari serbuan masalah. Yang penting dan perlu difahami serta dilakukan pelakunya, adalah senantiasa focus terhadap tujuan pernikahan itu sendiri. Masalah yang muncul bukan diabaikan tapi diselesaikan. Masalah yang ada bukan dijadikan alasan ganti “partner” dan bangun pernikahan baru, tetapi dijadikan motivasi untuk terus selalu memperbaiki atmosfer penikahan mereka. Sangat-sangat tidak gampang…tapi ini memang harus dilakukan.  Butuh kedinginan hati, butuh kedewasaan bertindak dan bersikap, mungkin juga butuh “pengorbanan” perasaan dari salah satu pihak. Tapi semua bentuk pengorbanan  itu tak kan sebanding  dengan kebahagian manakala pernikahan bisa terselamatkan. Lantas bagaimana kalau tetap tak bisa  dipertahankan?

Nge “blog” buat apa sih???

Filed under: Opinion, Reality

Dilihat dari sudut pandang “communications” ada beberapa tujuan orang ngeblog,

  1. To inform. Menginformasikan sesuatu (sharing informasi), termasuk informasi diri sendiri. Bisa personal blog bisa organizational blog.
  2. To educate. Jelaslah, untuk nambah pengetahuan visitor blog. Banyak blog yang contentnya bener2 edukatif loh.Ngasih tutorial atau tips materi tertentu.
  3. To influence. Untuk mempengaruhi opini, atau sikap seseorang. Misalnya dengan nampilin tulisan atau poto2 yang diharapkan bisa merubah opini yang lihatnya. Buat nawarin produk/jasa juga bisa loh.
  4. To entertain. Ngasih hiburan dengan adanya foto2, musik atau informasi menarik. Atau sebaliknya dijadikan ajang hiburan buat pemilik blognya sendiri, semisal buat ajang “Curhat nenangin diri”…
  5. To Make dan Gain Relationship. Dalam  perkembangan selanjutnya, seperti halnya media komunikasi interaktif lainnya, blog juga oleh banyak kalangan dijadikan ajang membuat atau memperluas relasi dan pertemanan. Ajang sosialisasi lah. Bahkan gak sedikit yang akhirnya membentuk satu komunitas tertentu yang berlanjut ke dunia real keseharian.
  6. To build business. Buat ajang berbisnis ria. Hampir sama dengan  to influence. Mulai dari jualan design template blog, jualan produk-produk lain, atau nawarin jasa tertentu.

 

SO, your blog?

February 14, 2007

Jomblo Boleh Valentinan Gak?

Filed under: Uncategorized
alone but not lonely
Ada kalanya kita harus bisa menikmati hidup sendiri. Nikmati aja..jalani aja. Alone but not lonely, even in Valentine day..






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham